Pentingnya Memonitoring Sebuah Media Massa

anaMedia massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.

Beberapa informasi yang ada di media massa jika tidak di fungsikan dengan baik dan benar akan sia-sia, apalagi bagi orang-orang yang bergerak dalam dunia usaha maupun bagi orang-orang yang ada di pemerintahan. Bagi orang-orang seperti mereka jika tidak di imbangi dengan informasi dan data yang cukup akan mengalami kebutaan informasi apalagi orang-orang seperti mereka adalah seseorang yang mengambil keputusan dalam program kedepannya.

Oleh karena itu, sebuah informasi dan data merupakan alat untuk memprediksi langkah dan acuan untuk mengambil keputusan di masa selanjutnya. Kenapa informasi dan data di media massa sangat penting? Jawabannya adalah informasi dan data yang ada di media massa gampang untuk di jadikan acuan dan pedoman bagi pengambil keputusan baik itu di perusahaan maupun di instansi pemerintahan, akan tetapi, informasi dan data yang ada di media terlebih dulu harus di monitoring supaya mengerti tonenya. Saran saya untuk memonitoring media massa harus ada yang menghandel baik itu LSM ataupun instansi yang bergerak dalam dunia monitoring media massa.

Memonitoring sebuah media massa memang banyak yang harus di analisis, salah satunya saya telah sebutkan di atas yaitu tone. Melalui Tone/favorabilitas ini seseorang bisa mengetahui apakah sebuah informasi yang di media massa tersebut bernilai positif, negative ataupun netral.

Memang banyak macamnya dalam memonitoring media massa, baik itu di lihat dari kedalaman berita, keberguliran dan sebagainya. Maaf saya tidak bisa menjelaskan kesemuanya dalam memonitoring di media massa.

Pentingkah media massa di monitoring? Kalo ditanya penting tidaknya media massa di monitoring, menurut hemat saya sangat penting, kenapa?, karena sebuah perusahaan dan lembaga pemerintahan akan mengetahui tindak tanduknya baik mengenai program dan pengaruh produk di masyarakat. Sehingga pada akhirnya dengan monitoring media massa perusahaan dan instansi pemerintahan mengerti program apa yang akan di lakukan nantinya dan strategi apa untuk menjual produk perusahaan. Kalo sudah seperti itu adanya akan memunculkan suatu pertanyaan:

  1. Bagaimana kita bisa memantau gambar, merek, dan produk-produk kompetitor?
  2. Bagaimana kita dapat mengenali potensi masalah awal?

Saya banyak menulis tentang informasi dan data di atas mungkin dari sebagian pembaca belum ada yang mengerti apasih informasi dan data itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Informasi adalah kata benda yang artinya adalah 1 Penerangan; 2 pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu; 3 Ling keseluruhan makna yg menunjang amanat yang terlihat dl bagian-bagian amanat itu; Namun istilah informasi ini memiliki banyak arti tergantung dari pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenarn, representasi, dan rangsangan mental.

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktifitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Kadangkala ada sebagian orang menyamakan kata informasi dengan sebuah fakta, padahal informasi dan fakta sangat jauh berbeda. Apalagi di kaitkan dengan media massa baik cetak maupun elektronik.

Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data.

Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya

Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.

Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:

  1. Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
  2. Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  3. Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
  4. Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
  5. Informasi mengenai subyek tertentu
  6. Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

gambar di atas di ambil disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: