Perlunya Personal Branding Online Bagi Capres dan Caleg

gambarHingar bingar pemilu legislatif yang akan berkompetisi pada bulan April 2009 sudah mulai terasa. Mulai dari terpajangnya spanduk kampanye di beberapa ruas jalan dengan berbagai pesan moral, mental dan spiritual, yang intinya ingin mengatakan, contreng saya atau pilhlah saya. Tidak sedikit uang yang diluarkan untuk berbagai kegiatan kampanyenya paling sedikitnya jutaan rupiah bahkan miliaran rupiah, tidak lain hanya mencari dukungan massa dan personal branding mereka. Kebanyakan dana dikeluarkan untuk spanduk, kaos, dan bendera, meskipun adalagi yang mencoba membuat kebaikan yang bentuknya social dengan memperbaiki jalan atau membangunkan fasilitas umum. Jalan mahal, yang jujur saja belum tentu efektif untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.

Di sisi lain mereka tak henti-hentinya menghiasi layar kaca dengan berbagai pesan dan tema sebagai pendekatannya. Kenyataan ini tentu menjadi sangat sulit bagi masyarakat untuk membedakan kandidat satu dengan yang lainnya. Hal tersebut, selain banyaknya kandidat yang bertarung, sebagian mereka adalah orang-orang yang sudah dikenal dan sebagian lagi orang-orang yang belum dikenal.

Akhirnya tak sedikit pula para calon pemilih yang agak acuh tak acuh, bisa jadi mereka menganggap orang-orang baru tersebut, hanya ingin memanfaatkan momentum pilkada supaya dikenal. Dalam upaya menarik perhatian publik ini, tak sedikit para kandidat nampaknya juga merasa bingung untuk merumuskan strategi komunikasi yang sistematis dan efektif.

Akhir-akhir ini dunia maya alias internet mulai di lirik oleh masayarakat Indonesia khususnya para capres dan caleg. Baik itu mengadakan lomba blog dan even-even yang bermuara bagaimana masyarakat Indonesia mendukunya, maklum Indonesia bukan negara dengan jumlah pengguna Internet yang kecil, ini hal pertama yang harus kita catat. Jumlah pengguna Internet di Indonesia, menurut data terakhir dari Internet World Stats, mencapai 25 juta orang. Rangking Indonesia untuk jumlah pengguna Internet setara dengan Spanyol, dan jauh meninggalkan negara tetangga kita seperti Philipina, Malaysia dan Vietnam. Dukungan total dari 25 juta pengguna Internet, lebih dari cukup sebagai syarat minimal untuk maju menjadi calon RI-1. Sesuai dengan UU Pemilu yang mensyaratkan bahwa calon presiden harus mendapat dukungan minimal 25% suara nasional (sekitar 23.9 juta). Inilah dasar argumentasi penting bahwa Internet seharusnya menjadi sarana efektif, dan mungkin paling efisien, dalam kegiatan mencari dukungan massa dan peningkatan personal branding.

Tahap berikutnya, setelah aspek-aspek di atas dibentuk, maka dibutuhkan berbagai program untuk implementasinya. Salah satunya adalah program pembentukan citra kandidat melalui media massa. Media massa (cetak, elektronik dan cyber) menjadi sarana yang tak kalah pentingnya dengan program-program kampanye lainnya. Hal ini dikarenakan, dalam keseharian masyarakat tak kan pernah bisa lepas dari media massa. Dalam aktivitas kampanye politik, program ini biasa disebut dengan istilah publisitas politik, bentuknya pun bisa beragam yang disesuaikan dengan jenis dan karakteristik dari media yang dipilih. Publisitas dalam khasanah komunikasi politik ini ada beberapa jenis dan biasa digunakan oleh para kandidat seperti; pure publicity, free ride publicity, tie-in publicity dan paid publicity.

Menurut RomiSatriaWahono.Net. untuk memulai membangun personal branding bagi para caleg baik capres, DPR, dan DPD adalah melalui berbagai sarana online di bawah.

BLOGGING

Miliki situs blog dengan nama domain pribadi dan isi dengan tulisan-tulisan kita tentang pandangan politik kita, termasuk apa yang sebenarnya kita ingin perjuangkan di jalur legislatif ini. Jangan pernah hanya menggunakan waktu luang untuk menulis, tapi sengaja luangkan waktu dalam sehari untuk kegiatan menulis di blog ini. Blogging alias ngeblog adalah cara efektif dalam marketing di dunia maya. Hal ini didukung oleh teori dari pakar branding dan marketing, P. Montoya, yang mengatakan bahwa suara individu lebih dipercaya daripada suara institusi atau perusahaan. Dukungan teknis datang dari CMS blog seperti wordpress, yang mempermudah proses Search Engine Optimization (SEO) khususnya jenis onpage lewat berbagai plugin-nya. Perlu dicatat bahwa jangan sekali-sekali melakukan copy-paste dari artikel dari tempat lain karena itu justru akan menhancurkan brand kita.

SOCIAL NETWORKING

Friendster dan Facebook adalah duo social networking yang sangat besar penggunanya dan sangat cepat dalam kegiatan pengumpulan massa. Indonesia tercatat sebagai pengguna terbesar di dunia untuk Friendster dan termasuk papan atas untuk Facebook. Pengguna Internet di Indonesia bahkan mulai meninggalkan mailing list untuk sarana diskusi, menyebar undangan, sharing aktifitas dan mengumpulkan orang, karena semua bisa kita lakukan dengan berbagai aplikasi yang ada di layanan social networking. Perlu diingat bahwa melakukan hard-marketing ataupun spamming di layanan social networking dan juga aktifitas blogging adalah berbahaya dalam pembentukan brand kita. Jalur soft-marketing dengan aktif berdiskusi dan menulis dengan logis serta ilmiah adalah jalur terbaik dalam personal branding. Personal branding dengan Facebook bisa memanfaatkan fasilitas Pages atau Groups. Menambahkan Friends (teman) memiliki batasan 5000 orang, jadi alihkan strategi Add Friends ke Pages yang tidak memiliki batasan jumlah penggemar. Apabila memungkinkan gunakan juga social networking yang berbasis di video dan gambar seperti YouTube dan Flicker. Barrack Obama adalah contoh nyata bagaimana seorang politikus sukses melakukan online campaign dengan memanfaatkan YouTube.

Sebenarnya kunci dari personal branding online adalah bagaimana program yang telah di canangkan dijalankan secara konsisten dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai kejujuran dan kepercayaan. Maka kegiatan atau program publisitas yang dilakukan pun hendaknya selain kreatif juga harus mengena dan sesuai dengan kebutuhan public di daerah pemilihannya. Realitas politik yang terjadi saat ini, menuntut para politisi perseorangan atau pun partai untuk memiliki akses yang seluas-luasnya terhadap mekanisme industri citra. Yakni, industri berbasis komunikasi dan informasi yang akan memasarkan ide, gagasan, pemikiran dan tindakan politik. Politik dalam perspektif industri citra merupakan upaya mempengaruhi orang lain untuk mengubah atau mempertahanakan suatu kekuasaan tertentu melalui pengemasan citra dan popularitas. Semakin dapat menampilkan citra yang baik, maka peluang untuk tampil sebagai pemenag pun semakin besar.

Gambar di ambil disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: