Fenomena Mohammad Ponari

INDONESIA/Kabupaten Jombang lagi-lagi menjadi buah bibir Masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Indonesia saja tetapi juga media massa baik cetak maupun elektronik ikut meramaikan kejadian itu. Mengapa tidak? fenomena pertama hadir di tengah masyarakat Indonesia kasus riyan yang membunuh orang sampai 11 orang dengan cara mengenaskan, kini hadir fenomena baru yaitu dukun cilik dengan nama Ponari.
Sosok Ponari yang baru saja menginjak kelas III SD ini mampu membius masyarakat Indonesia dengan pengobatan yang cukup aneh. Anehnya dia mengobati pasiennya bukan dengan obat melainkan dengan sebuah Batu kecil mirip dengan telur ayam. Cara pengobatannya cukup simple cukup mencelupkan batu itu ke air.
Berbondong-bondongnya masyarakat ke Jombang bukan tidak tanpa alasan yaitu ingin berobat ke Ponari, tapi yang menjadi muskil dan pertanyaan kemudian, apakah masyarakat ke sana tidak percaya lagi untuk berubat kedokter? Apakah masyarakat sekarang sudah kembali percaya ke masyarakat zaman dulu yang percaya terhadap dinamisme dan animisme?
Program jamkesmas yang coba di gelindingkan oleh Menteri kesehatan Siti Fadhila Supari, sekarang perlu di pertanyakan, karena banyak masyarakat berobat ke Ponari kebanyakan orang-orang yang tidak kuat untuk berobat ke dokter ataukah harga obat di negeri ini mahal sehingga masyarakat tidak mampu lagi untuk membelinya.
Kondisi tersebut, juga merupakan cermin kondisi sosial masyarakat saat ini. Akibat berbagai beban kehidupan yang makin sulit, orang cenderung lari ke hal-hal yang bersifat supranatural dan irasional. Sebab, kesulitan hidup yang mereka alami, mereka rasakan tak bisa diselesaikan dengan hal-hal yang rasional.
Kekuatan ghaib di dunia ini memang benar adanya, tetapi kasus di di Jombang itu telah merubah paradigma ke tauhedan (jika masyarakat percaya bahwa bahwa batu bisa menyembuhkan penyakit) umat beragama. kita tahu bersama bahwa batu tidak akan dan tak akan pernah bias menyembuhkan penyakit seseorang tanpa adanya campur tangan dari Allah Azzawajallah.
Fenoma masyarakat ini kemudian mau menyalahkan siapa? Pemerintah Indonesia, bupati dan Gubernur Jawa Timur, ataukah Ulama Jawa Timur yang tidak lagi di dengar fatwa dan ceramahnya oleh masyarakat Jatim. Waalla hua’lam.
Media massa pun ikut-ikutan memberitakan fenomena ini bagi masyarakat, bagi saya media massa harus memberikan filter pemberitaan bagi masyarakat, agar masyarakat Indonesia bisa berpikir dengan nalar yang cukup diterima oleh akal sehat. Bukan saya tidak percaya terhadap kekuasaan Allah yang di agunegerah ke Ponari, melainkan bagaimana masyarakat tidak terjerumus ke lembah kemusyrikan, kita tahu bersama bahwa musyrik adalah dosa yang sangat besar.

mari kita renungi Lirik Lagu Misteri Ilahi dari lagunya Ari Lasso di bawa ini:


Aku masih disini
Mendekap hampa dihati
Yang hingga kini menghantui
Tentang arti hidup ini

Waktu terus berputar
Tanpa bisa menawar
Manisnya segala sanjung puji
Menjadi pahit caci maki

Segala yang terjadi dalam hidupku ini
Adalah sebuah misteri ilahi
Perihnya cobaan hanya ujian kehidupan

Lelah kaki melangkah
Tersesat tiada arah
Suara hati smakin lemah
Terkikis oleh amarah

Sesaat aku tersentak
Ingin rasanya kuteriak
Masihkah ada cinta tersisa
Untuk jiwa yang terluka

Gambar ini diambil disini

3 Balasan ke Fenomena Mohammad Ponari

  1. iqballlkurniawan mengatakan:

    Yah, gimana lagi cak, biaya ke dokter mahal padahal di ponari cuma seikhlasnya. Kalau penyakit tidak sembuh, mereka tidak akan rugi banyak.

    luthfi:
    justru dari itu mas, kesadaran masyarakat dan tanggung jawab pemerintah harus di realisasikan. karena kita bahwa hak sehat sudah dijamin di UUD 45

  2. wira jaka mengatakan:

    yah … kalau nunggu pemerintah berbenah dulu, penyakitnya engga sembuh2 dong, bisa keburu koit lah …

    harusnya MUI ato ulama yang sakti2 juga bisa adakan praktek pengobatan gratis ditempatnya masing2 shg masyarakat juga percaya bahwa ulama nya masih perhatian pada masyarakatnya. jangan malah berobat ke ustadz, tapi biayanya lebih mahal dari dokter …

    hayo salah siapa ???😀

    Luthfi:
    la itu masalahnya mas. ini salahnya siapa? kalo terus masyarakat di biarin begitu saja tanpa ada penyadaran bukan tidak mungkin masyarakat akan terjerumus lebih jauh.

  3. yainal mengatakan:

    ponari sweat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: