Terkikis Sudah Nasionalisme Kebangsaan di Negeriku

rusuh1Sepuluh tahun sudah Reformasi, 63 tahun sesudah Proklamasi Kemerdekaan dan 100 tahun sesudah permulaan Kebangkitan Nasional. Intoleransi masih bercokol dan semakin menjadi masalah, Tidak berubah masih 40% Indonesia hidup dalam kemiskinan atau pas di luar kemiskinan, Tahun ini sudah menunjukan bayang-bayang kehidupan demokrasi tidak beres, Gregetnya KPK satu kemajuan memperlihatkan dan membuka takbir betapa kelas politik dan sistem yudisial pun sudah kerasukan korupsi. Rakyat mengharapkan pemimpin yang menunjukan jalan keluar tetapi tidak kelihatan. Semakin banyak orang bertanya bahkan nyaris teriak: Bangsa Indonesia ada dimana?, Apa masa depan bangsa yang sepertinya semakin ketinggalan dari beberapa bangsa Asia Timur dan Asia Tenggara? Dimana bangsa ini 20 tahun lagi?

Yang jelas, rasa kebangsaan, ya nasionalisme Indonesia ditantang dari kiri dan kanan. Begitu banyak konflik, begitu banyak kepicikan, begitu banyak intoleransi kasar, begitu banyak egoisme, begitu banyak sekat-sekat politik, dan begitu banyak korupsi yang telah mencekik perasaan kebangsaan, Padahal Indonesia ada karena keberadaan Bangsa Indonesia? Apa yang mempersatukan kamajemukan budaya, bahasa, agama, dan nuansa agama yang tersebar diatas lebih dari seribu pulau terhuni, atas wilayah yang dari Timur ke Barat sejauh lima setengah ribu kilometer dan dari Selatan ke Utara lebih dari satu setengah ribu kilo meter-tidak lain adalah kebangsaan”Nasionalisme”. Nasionalisme Indonesia itulah yang mempersatukan kita. Bukan budaya, bukan agama, dan bukan letak geografis.

Mendekati pemilu saat ini, banyak yang terpancing dengan isu-isu yang sepele seperti beda partai sudah dianggap menjadi musuh, yang lebih ironis lagi beberapa parpol peserta pemilu 2009 sudah perang spanduk dan iklan, negeri ini sudah seperti negeri neraka. Padahal strategi politik semacam itu sudah usang di tengan-tengah masyarakatnya yang sudah pintar.

Ada lagi isu bahkan ini bukan sekedar isu di beberapa daerah Indonesia yang baru-baru ini santer di beritakan di media massa, tawuran massa bahkan saling membunuh antar sesama orang Indonesia, kalau saya berpendapat orang yang semacam ini yang terkikis rasa nasionalismenya. Maka dari itu kita mulai sekarang seyogyanya ada penanaman sifat nasionalisme di dada orang Indonesia agar tidak terjadi disintegrasi bangsa.

Saya sering termenung apakah kejadian di atas itu kesalahan dari foundingfather kita atau kesalahan kita sendiri?

Apa jawaban anda???

5 Balasan ke Terkikis Sudah Nasionalisme Kebangsaan di Negeriku

  1. kweklina mengatakan:

    kesalahan pribadi.

    Padahal sudah ada contoh negara kanan dan kiri, kita merdeka lebih lama dari mereka…tapi negara kita malah jauh terbelakang dan tidak maju dibanding negara tetangga.

    kemiskinan menjadi lukisan…kebodohan menjadi kanvas dan warna…tawuran dan unjuk rasa menjadi kebanggaan.

    Jujur sedih lihat bangsa ini…semoga tulisan anda ini mampu membuat kita dan negara ini bercermin!🙂

  2. HE. Benyamine mengatakan:

    Ass.

    Nasionalisme di tengah “padang ilalang” yang mengering, masyarakat menjadi mudah terbakar, yang terkadang hanya persoalan kecil dan ikut-ikutan saja, bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya yang telah mereka lakukan.

    Nasionalisme di tengah “keserakahan” dari mereka yang telah menjadi elit, manyarakat mudah digerakkan untuk saling menyerang, terkadang dengan membangkitkan kebencian SARA yang sebenarnya juga tidak mereka pahami dengan benar.

  3. aribicara mengatakan:

    Aku sungguh mengutuk perbuatan kasus di Medan itu dan memang bener kata Bang Lutfi ini bahwa masyarakat saat ini benar-benar sudah dimanfaatkan oleh sekelompok orang2 Terkutuk itu yang hanya mengambil keuntungan mereka dan kelompoknya saja . Dan ini ternyata ketahuan saat kemarin diadakan penyelidikan ternyata Para mahasiswa itu dibayar 25 ribu rupiah untuk membuat demo ricuh ini dan memang sudah direncanakan.

    Marilah buat masyarakat saat ini jangan terpancing isu2 politik yg hanya MEMBODOHI kita rakyat, KHUSUSNYA MAHASISWA jangan menjadi MAHASISWA YANG GOBLOK yang hanya dibayar 25 ribu mereka di BODOHI dan diperalat oleh orang2 TERKUTUK itu.

    “Mari cerdaskan Masyarakat kita dengan Akal sehat dan Akhlaq mulia”

    Salam🙂

    NB: Buat teman lamaku si Lutfhi …😀
    Aku tak menyangka kita dipertemukan lewat Blog Ini😀
    Coba baca Profileku di blogku ini😀 dan klik juga di halaman ada Perpustakaan_ku😀

    Aku tunggu yach😀 ckckckckckck ….🙂

    Luthfi:
    demokrasi dan aksi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia disalah artikan. apalagi kasus di medan yang meminta nyawa ketua DPR Abdul Aziz angkat tetap tidak di benarkan apapun alasannya. ya memang den bagus arik nama mahasiswa sudah dinodai oleh mahasiswa medan

  4. Maman Alimansyah mengatakan:

    mari kita berbuat, walaupun kecil untuk kita dan bangsa ini……

  5. Aphe_Joss mengatakan:

    mari angkat kedua tangan n qt panjatkan doa pada yang maha kuasa agar bangsa ini paham arti demokrasi sesungguhnya.. AMIN

    Dari Kaki Langit,

    Aphe_Joss

    Luthfi:
    Demokrasi memang kadang disalah artikan oleh banyak masyarakat. padahal demokrasi bukan menyuaran yang se bebas-bebasnya, yaitu ada aturan mainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: