Jejaring Sosial pun Jadi Target

baruJejaring sosial merupakan pranata sosial yang terdiri dari beberapa elemen baik individu maupun organisai. Jejaring ini merupakan suatu jalan dimana setiap individu maupun organisai berhubungan baik kesamaan hobi dan sosial, jejaring sosial ini diperkenalkan oleh Prof. Barnes pada tahun 1954, menurut beliau jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.
Jejaring sosial di dunia maya ini berbasiskan web yang menyediakan beragam cara bagi pengguna untuk berinteraksi antar sesame. Sebenarnya jejaring sosial (social networking) ini sudah lama ada seperti chatt, email, blog, mailing list, dll. Kebanyakan dari jejaring sosial ini memberikan layanan untuk membuat biodata diri, seperti meng-upload foto, hobi dan dapat menjadi teman antar pengguna jejaring sosial. Baru-baru ini Polisi New Zealand sosial di jadikan alat untuk menangkap para DPO (http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=62059&Itemid=91)
Namun dalam era globalisasi yang diiringi dengan canggihnya teknologi informasi dewasa ini memberikan dampak yang positif dan negatif. Banyaknya situs jejaring sosial di dunia maya sudah mulai beralih fungsi. Jejaring yang semula di jadikan alat untuk mencari teman untuk berdiskusi baik masalah hobi, sosial budaya, politik, dan hukum. Malah sekarang di jadikan alat untuk transaksi sex.
Kejadian di atas itu saya peroleh setelah menonton program Telivisi swasta yang di tayangkan jam 10 malam nama programnya “Telusur” dengan model jurnalistik invistigatif. Bahwa jejaring sosial dijadikan target transaksi sex. Besok harinya saya cek di internet ternyata benar adanya (memang saya orangnya penasaran sih…hehehe.), di jejaring sosial itu terutama jejaring yang anggotanya banyak anak-anak mudanya dengan menyantumkan nomor telpon mereka yang bertuliskan “call me pliiizz” dan di sertai dengan data diri dan ciri-ciri mereka.
Kalau data diri yang dimaksud di atas bukan sepantasnya di publikasikan di dunia maya yang notabene banyak orang mengakses dan melihat (mereka memang mau dipublikasikan diri ya, aku lupa nih, lupa aku?). Kita ambil contoh salah satu jejaring sosial yang banyak di gemari oleh anak muda Indonesia friendster. Friendster ini juga menyediakan foto, status (single, in relationship, married, open married (wah hehe), rekomendasi, buku favorit, film favorit, musik favorit. Tapi itu semua hanya sebatas biodata pribadi saja.
Pelaku sex di Tanah Air ini sudah mulai canggih secanggih teknologi Informasi dalam bertransaksi sex. Menurut saya ini adalah mudus baru yang harus ditumpas baik pihak yang berwajib maupun masyarakat Indonesia yang perduli terhadap pembasmian kesusilaan di tanah air yang kita cintai ini.
La menurut anda bagaimana dengan kejadian di atas, masihkah perduli atau membiarkan saja?

3 Balasan ke Jejaring Sosial pun Jadi Target

  1. arsa mengatakan:

    ya…memang susah seh untuk menghilangkan penggunaan website untuk hal seperti itu!!! tergantung kitanya aza lah….menilai internet tu untuk apa!!! semakin dihilangkan malah semakin menjadi2….

  2. kweklina mengatakan:

    Kembali kekita sendiri…

    dalam media bebas begini…pandai-pandai kita memilih dan meresapi serta menjauhkan diri dari hal-hal yang tak diinginkan.

    salam hangat persahabatan dariku!😀

  3. alhikam mengatakan:

    salam damai bos

    Luthfi:

    salam damai juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: