<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Luthfimadura's Blog</title>
	<atom:link href="http://luthfimadura.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://luthfimadura.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Sep 2011 14:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='luthfimadura.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1ab615a98f8e0befd139d5adc0245772?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Luthfimadura's Blog</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://luthfimadura.wordpress.com/osd.xml" title="Luthfimadura&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://luthfimadura.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Media Dan Moralitas Bangsa</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2010/06/14/media-dan-moralitas-bangsa/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2010/06/14/media-dan-moralitas-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 04:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[luna maya]]></category>
		<category><![CDATA[massa]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peterpan]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Media massa merupakan alat informasi yang harus diperhitungkan dalam pembentukan moral suatu bangsa. Karena dari sanalah banyak informasi yang di serap oleh masyarakat. Bangsa ini akan tetap teguh dalam pemahaman etika timurnya, jika sistem informasi yang di keluarkan oleh media elektronik dan cetak sesuai dengan etika komunikasi jurnalistik. Etika komunikasi jurnalistik merupakan kaidah-kaidah non hukum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=167&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2010/06/mass-media.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-163" title="mass-media" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2010/06/mass-media.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" width="300" height="185" /></a>Media massa merupakan alat informasi yang harus diperhitungkan dalam pembentukan moral suatu bangsa. Karena dari sanalah banyak informasi yang di serap oleh masyarakat. Bangsa ini akan tetap teguh dalam pemahaman etika timurnya, jika sistem informasi yang di keluarkan oleh media elektronik dan cetak sesuai dengan etika komunikasi jurnalistik.</p>
<p>Etika komunikasi jurnalistik merupakan kaidah-kaidah non hukum yang mengatur proses komunikasi baik tatap muka atau antar pribadi (komunikasi sosial) maupun yang menggunakan media massa. Etika komunikasi ini kadang sering dilupakan oleh sebagian oknum media massa dalam memberikan beritanya kepada publik, dengan dalih kebebasan dan nilai berita (news value).<span id="more-167"></span></p>
<p>Kebebasan pemberitaan, kebebasan informasi dan kebebasan menyampaikan pendapat sering di salah artikan dan diterjemahkan salah satu contoh kasus video porno mirip Aril- Luna dan Aril – Cut Tari terus di tayanangkan dan menjadi headline di semua media massa, sebelum KPI melarang menyiarkan di TV banyak pelaku industri pertelevian kita sedikit mengambil cuplikan video tersebut, tanpa memperdulikan dampaknya bagi masyarakat.</p>
<p>Dampak yang jelas bagi masyarakat Indonesia adalah keingintahuan terhadap apa yang telah diberitakan oleh media massa. Contoh kasus yang santer sekarang di beritakan adalah video porno mirip para artis, masyarakat mulai memburu film tersebut dari media Internet. Masyarakat ini kebanyakan kelompok pelajar SD, SMP, SMA dan bahkan mahasiswa.</p>
<p>Jika kejadian ini dibiarkan terus menerus tidak akan mustahil moralitas bangsa ini akan hancur. Tidak ada lagi etika sopan santun dan sek bebas akan merajalela.</p>
<p>Oleh sebab itu, media massa mulai sekarang harus berpikir bagaimana mengemas acaranya dengan baik dan mempersatukan nilai bisnis dan moralitas bangsa ini. Paling tidak mentaati kode etik jurnalistik yang sedang berlaku.</p>
<p>Tugas moralitas di sini, bukan saja tugas media massa melainkan semua pemuka agama dan pemerintah serta keluarga. Pemuka agama memberikan tausiyah kepada masyarakat tentang moral dan etika yang sesuai dengan agamanya masing-masing, begitu juga dengan pemerintah mengeluarkan peraturan yang berpihak kepada adat ketimuran. Begitu pula dengan keluarga dalam mendidik mental generasi muda, karena pendidikan yang paling utama adalah dalam keluarga itu sendiri. Sehingga moralitas bangsa ini tetap terjaga dan acara di media massa tetap berhaluan dengan aturan main dalam etika dan moralitas bangsa Indonesia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a> Tagged: <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/ariel/'>ariel</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/artis/'>artis</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/luna-maya/'>luna maya</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/massa/'>massa</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/media/'>media</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/moral/'>moral</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/pemerintah/'>pemerintah</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/peterpan/'>peterpan</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/porno/'>porno</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/rumah-tangga/'>rumah tangga</a>, <a href='http://luthfimadura.wordpress.com/tag/video/'>video</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=167&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2010/06/14/media-dan-moralitas-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2010/06/mass-media.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mass-media</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Jejaring Sosial</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/12/31/fenomena-jejaring-sosial-2/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/12/31/fenomena-jejaring-sosial-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 01:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Friendster]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Facebook, Friendster, dan Twitter adalah contoh jejaring social yang sukses saat ini. Entah apa yang menjadikan ketiga jejaring social tersebut sangat akrab di Tanah Air ini. Fenomena jejaring social di Tanah Air akhir-akhir ini bak jamur di musim hujan. Semua berlomba-lomba membuat jejaring social, baik secara komunitas maupun tidak. Menurut saya fenomena ini sangat baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=158&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/12/network2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-159" title="network" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/12/network2.jpg?w=300&#038;h=186" alt="" width="300" height="186" /></a>Facebook, Friendster, dan Twitter adalah contoh jejaring social yang sukses saat ini. Entah apa yang menjadikan ketiga jejaring social tersebut sangat akrab di Tanah Air ini.</p>
<p>Fenomena jejaring social di Tanah Air akhir-akhir ini bak jamur di musim hujan. Semua berlomba-lomba membuat jejaring social, baik secara komunitas maupun tidak. Menurut saya fenomena ini sangat baik jika semua produk yang kita ciptakan itu baik dan beda dari produk yang lain.</p>
<p>Tinggal bagaimana kita memasarkan produk kepada masyarakat. Pada prinsipnya pemasaran adalah bagaimana kita menganalisa kebutuhan konsumen dan membuat keputusan yang bisa memuaskan konsumen kita lebih dari para produk jejaring social yang lain dan bermuara pada transaksi penjualan. Artinya jejaring social yang kita ciptakan laku dan dinikmati oleh parakonsumen.</p>
<p>Dalam mengelolah jejaring social dibutuhkan <span id="more-158"></span>konsentrasi dan manajemen yang bagus agar dapat bersaing dengan pesainnya, dalam ilmu manajemen ada istilah 4P yang juga di kenal dengan sebutan Marketing Max. 4P tersebut adalah:<br />
•    Product<br />
•    Prince<br />
•    Place<br />
•    Promotion</p>
<p><strong>Product</strong><br />
Dalam jejaring social produk utamanya layanan dan jasa. Layanan dan jasa di jejaring social di implementasisikan dengan adanya tool-tool yang mudah dimengerti dan gampang digunakan oleh para konsumennya.</p>
<p>Oleh sebab itu layanan dan tool yang ada di jejaring social sangat mempengaruhi terhadap pemasaran produk yang kita ciptakan. Karena dinilai dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen dalam tingkat yang berbeda-beda, maka pemilikan atas suatu produk akan dipengaruhi oleh suatu konsep tentang nilai dan kepuasan yang diharapkan. untuk itu pengembangan produk baru adalah hal terpenting dalam pemasaran karena hal itu merupakan upaya dari banyak perusahaan untuk membuat inovasi baru yang nantinya akan mempengaruhi loyalitas konsumen akan suatu produk yang kita ciptakan tersebut.</p>
<p>Kita harus menganalisa kebutuhan konsumen, pasar yang belum tergarap untuk membuat varian baru dalam produk kita. Sehingga dalam pemasarannya timbul pertanyaan, apa yang membedakan produk kita dengan jejaring social lainnya?</p>
<p><strong>Prince</strong><br />
Jika sudah mempunyai produk tinggal kita memikirkan harga. Biasanya dalam jejaring social tidak hanya menawarkan tool dan layanan kepada penggunanya akan tetapi juga bagaimana iklan-iklan harus ada di jejaring social yang kita buat. Nah dalam iklan tersebut kita juga harus pintar-pintar mencari iklan agar perusahaan yang kita kelola tidak gulung tikar alias bangkrut.</p>
<p><strong>Place</strong><br />
Tempat dalam jejaring social sangat penting. Karena mempengaruhi terhadap kecepatan akses. Artinya kita harus memilih selver di luar negeri atau dalam negeri dan tak kala pentingnya berapa kbps atau megabite yang kita pakai.<br />
Kecepatan akses merupakan hal yang sepeleh menurut sebagian orang tapi hal yang sepeleh ini akan berdampak ke yang lebih besar. Maka dari itu  jangan sekali-kali kita menyepelehkan tempat dan kecepatan akses.</p>
<p><strong>Promotion</strong><br />
Jika sudah melakukan 3P di atas dengan baik, maka tinggal kita finishing yaitu memikirkan promosinya.  Sebab jika tidak di promosikan produk kita, tidak akan di ketahui oleh orang banyak. Banyak cara dalam mempromosikan jejaring social salah satunya dengan iklan di media cetak atau media elektronik.</p>
<p>Mempromosikan jejaring social juga bisa di lakukan dengan kerja sama dengan provider tertentu. Ini sudah di lakukan oleh Facebook, friendster, dan twitter hasilnya ketiga jejaring social tersebut menjadi primadona saat ini di Indonesia.<br />
Kita ambil contoh jika jejaring social yang kita ciptakan tool dan layanan istimewadengan  yang lain maka hal itu harus di tonjolkan dalam memformulasikan promosi.</p>
<p>Semoga dengan adanya jejaring social ini menjadi jembatan tali silaturahim antar individu maupun kelompok dan bermuara kepada melek informasi serta pengetahuan yang organik kata Gramchi.</p>
<p>Silahkan <a title="Jogjafriend" href="http://www.jogjafriend.com" target="_blank"><em><strong>buka</strong></em></a><br />
﻿</p>
<p>Gambar ini <a href="http://studenthacks.org/wp-content/uploads/2008/02/network.jpg" target="_blank">Diambil</a></p>
<br />Posted in Opini Tagged: Facebook, Friendster, Twitter <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=158&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/12/31/fenomena-jejaring-sosial-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/12/network2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">network</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perpustakaan yang beralih Fungsi</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/08/07/perpustakaan-yang-beralih-fungsi/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/08/07/perpustakaan-yang-beralih-fungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 03:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[browsing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[perpustakaan nampak dipikiran pasti berisi tentang buku-buku yang berjejeran di rak. dan tempatnya beberapa koleksi yang dapat memberikan pengetahuan kepada kita. Namun bagaimana jika perpustakaan di salah gunakan seperti yang terjadi di Australia. memang sih salah satu fungsi dari perpustakaan adalah menyediakan informasi yang di perlukan oleh usernya. Kejadian ini tidak mustahil akan  terjadi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=143&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-147" title="detik" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/08/detik1.jpg?w=450" alt="detik"   />perpustakaan nampak dipikiran pasti berisi tentang buku-buku yang berjejeran di rak. dan tempatnya beberapa koleksi yang dapat memberikan pengetahuan kepada kita.</p>
<p>Namun bagaimana jika perpustakaan di salah gunakan seperti yang terjadi di <a title="perpustakaan" href="http://www.detikinet.com/read/2009/08/07/071614/1178994/398/petisi-perangi-aksi-cabul-di-perpustakaan" target="_self">Australia</a>. memang sih salah satu fungsi dari perpustakaan adalah menyediakan informasi yang di perlukan oleh <em>userny</em>a.</p>
<p>Kejadian ini tidak mustahil akan  terjadi di negara Indonesia yang tercinta ini. <span id="more-143"></span>Maka harapan saya kepada kawan-kawan pustakawan untuk memfilter situs-situs yang kurang patut di browsing oleh para pengguna perpustakaan, jika di perpustakaan anda bekerja ada fasilitas internetnya.</p>
<p>salam Pustakawan.</p>
<br />Posted in Perpustakaan Tagged: browsing, Internet, Perpustakaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=143&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/08/07/perpustakaan-yang-beralih-fungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/08/detik1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">detik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monitoring Media Massa</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/22/monitoring-media-massa/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/22/monitoring-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 07:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Monitoring media massa adalah salah satu aspek yang paling penting untuk sebuah pemasaran bagi perusahaan dan lembaga hari ini. Sebuah produk yang di hasilkan oleh perusahan yang diterbitkan di media massa cetak maupun online adalah suatu bentuk kajian dari monitoring media massa. Oleh sebab itu, setiap perusahaan dan lembaga membutuhkan monitoring media massa sebagai bentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=139&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="media" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/04/media.jpg?w=300&#038;h=261" alt="media" width="300" height="261" />Monitoring media massa adalah salah satu aspek yang paling penting untuk sebuah pemasaran bagi perusahaan dan lembaga hari ini. Sebuah produk yang di hasilkan oleh perusahan yang diterbitkan di media massa cetak maupun online adalah suatu bentuk kajian dari monitoring media massa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, setiap perusahaan dan lembaga membutuhkan monitoring media massa sebagai bentuk strategis pemikiran dan implimentasi kebijakan. Karena kita dapat mengetahui brandnya, berita itu di beritakan di media mana saja, dan paling penting masyarakat itu apa yang di sukai dan tidak dari prodak kita dan lembaga kita?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Monitoring media massa menawarkan sebuah pendekatan yang pragmatis untuk <span id="more-139"></span>memahami sebuah berita yang ada di media massa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Monitoring Media Massa Tools</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Membuat alat-alat yang akan digunakan untuk informasi yang ada di media massa disamping mempersiapkan alat juga tidak kala pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia. Perangkat ini akan menjadi penting untuk memonitoring media massa, jadi harus hati-hati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Keyword Targeting</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Melaksanakan spesifik kata kunci yang memungkinkan Anda untuk memantau merek Anda, target penting dalam organisasi Anda, dan mengawasi pada kompetisi lawan bisnis Anda. Ini juga merupakan hal yang paling penting dalam media momitoring di mana Anda harus melakukan optimasi terus-menerus untuk memperbaiki kata kunci data set.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Noise Elimination</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hilangkan spam situs yang mengotori feed Anda dan menghapus off topic bangunan dari daftar kata kunci negatif. Blacklist situs tertentu yang anda tidak ingin muncul di feed Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Refined Mentions</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anda harus memperbaiki penyebutan feed &#8211; menonton percakapan yang ada di media massa. Ini juga merupakan entry point dari monitoring media massa di mana sebagian besar pemantauan berlangsung setiap hari. Membaca, menganalisa dan bertindak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Analysis</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terapkan sentimen analisa secara manual jika anda tidak melakukannya secara otomatis &#8211; Anda perlu mengukur keseluruhan stabilnya merek jika ada berita di media massa terjadi. Grup anda menyebut bersama-sama dalam cara yang holistik, memfasilitasi transfer data portabel di dalam organisasi Anda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Take Action</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengambil tindakan bila diperlukan &#8211; pastikan orang-orang yang benar di dalam organisasi Anda yang bertindak dan menarik sosial web Anda di mana percakapan yang sedang terjadi. Jika Anda tidak menerapkan analisis manual, maka bagian ini akan sulit. Soalnya dalam proses monitoring media massa kadangkala mengalami error, ini memerlukan perbaikan, analisis, dan bertindak yang sesuai.</p>
<br />Posted in Opini Tagged: media massa, Monitoring, perusahaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=139&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/22/monitoring-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/04/media.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">media</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Memonitoring Sebuah Media Massa</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/14/pentingnya-memonitoring-sebuah-media-massa/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/14/pentingnya-memonitoring-sebuah-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 05:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>
		<category><![CDATA[Media Monitoring]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media. Beberapa informasi yang ada di media massa jika tidak di fungsikan dengan baik dan benar akan sia-sia, apalagi bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=135&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-134" title="ana" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/04/ana.jpg?w=300&#038;h=143" alt="ana" width="300" height="143" />Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa informasi yang ada di media massa jika tidak di fungsikan dengan baik dan benar akan sia-sia, apalagi bagi orang-orang yang bergerak dalam dunia usaha maupun bagi orang-orang yang ada di pemerintahan. Bagi orang-orang seperti mereka jika tidak di imbangi dengan informasi dan data yang cukup akan mengalami kebutaan informasi apalagi orang-orang seperti mereka adalah seseorang yang mengambil keputusan dalam program kedepannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh karena itu, sebuah informasi dan data merupakan alat untuk memprediksi langkah dan acuan untuk mengambil keputusan di masa selanjutnya. Kenapa informasi dan data di media massa sangat penting? <span id="more-135"></span>Jawabannya adalah informasi dan data yang ada di media massa gampang untuk di jadikan acuan dan pedoman bagi pengambil keputusan baik itu di perusahaan maupun di instansi pemerintahan, akan tetapi, informasi dan data yang ada di media terlebih dulu harus di monitoring supaya mengerti tonenya. Saran saya untuk memonitoring media massa harus ada yang menghandel baik itu LSM ataupun instansi yang bergerak dalam dunia monitoring media massa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memonitoring sebuah media massa memang banyak yang harus di analisis, salah satunya saya telah sebutkan di atas yaitu tone. Melalui Tone/favorabilitas ini seseorang bisa mengetahui apakah sebuah informasi yang di media massa tersebut bernilai positif, negative ataupun netral.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang banyak macamnya dalam memonitoring media massa, baik itu di lihat dari kedalaman berita, keberguliran dan sebagainya. Maaf saya tidak bisa menjelaskan kesemuanya dalam memonitoring di media massa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pentingkah media massa di monitoring? Kalo ditanya penting tidaknya media massa di monitoring, menurut hemat saya sangat penting, kenapa?, karena sebuah perusahaan dan lembaga pemerintahan akan mengetahui tindak tanduknya baik mengenai program dan pengaruh produk di masyarakat. Sehingga pada akhirnya dengan monitoring media massa perusahaan dan instansi pemerintahan mengerti program apa yang akan di lakukan nantinya dan strategi apa untuk menjual produk perusahaan. Kalo sudah seperti itu adanya akan memunculkan suatu pertanyaan:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Bagaimana kita bisa memantau gambar, merek, dan      produk-produk kompetitor?</li>
<li class="MsoNormal">Bagaimana kita dapat mengenali potensi masalah      awal?</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya banyak menulis tentang informasi dan data di atas mungkin dari sebagian pembaca belum ada yang mengerti apasih informasi dan data itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Informasi adalah kata benda yang artinya adalah 1 Penerangan; 2 pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu; 3 Ling keseluruhan makna yg menunjang amanat yang terlihat dl bagian-bagian amanat itu; Namun istilah informasi ini memiliki banyak arti tergantung dari pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenarn, representasi, dan rangsangan mental.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktifitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kadangkala ada sebagian orang menyamakan kata informasi dengan sebuah fakta, padahal informasi dan fakta sangat jauh berbeda. Apalagi di kaitkan dengan media massa baik cetak maupun elektronik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fakta (bahasa Latin: factus) ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diluar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh      pengamat yang diakui secara luas</li>
<li class="MsoNormal">Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu      pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu      fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan      menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.</li>
<li class="MsoNormal">Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari      dibuat</li>
<li class="MsoNormal">Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan      interpretasi lanjutan</li>
<li class="MsoNormal">Informasi mengenai subyek tertentu</li>
<li class="MsoNormal">Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">gambar di atas di ambil <a title="monitoring media" href="http://www.davidjromano.com/images/3.0%20images/SMM_bg.png" target="_blank">disini</a></p>
<br />Posted in Opini Tagged: media massa, Media Monitoring, pemerintahan, perusahaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=135&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/04/14/pentingnya-memonitoring-sebuah-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/04/ana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu Polesan Bibir Madu beracun</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/23/pemilu-polesan-bibir-madu-beracun/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/23/pemilu-polesan-bibir-madu-beracun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 04:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu udara di tempat tinggalku dinging sekali, maklum di iringi dengan tarian hujan di langit yang terus bercumbu dengan bumi. Seperti biasanya sunnatullah hujan terjadi setiap enam bulan, dengan malas kucoba mencari sedikit hiburan dengan membuka channel stasiun TV, eh ternyata isinya kampanye partai dan para politikus yang gencar melakukan kampanye di beberapa kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=125&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-126" title="kampanyebaris2" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/kampanyebaris2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kampanyebaris2" width="300" height="225" />Malam itu udara di tempat tinggalku dinging sekali, maklum di iringi dengan tarian hujan di langit yang terus bercumbu dengan bumi. Seperti biasanya sunnatullah hujan terjadi setiap enam bulan, dengan malas kucoba mencari sedikit hiburan dengan membuka channel stasiun TV, eh ternyata isinya kampanye partai dan para politikus yang gencar melakukan kampanye di beberapa kota besar di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa yang stagnan di dalam pemilu sekarang ini:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Melakukan <strong>Orasi      Politik </strong>di depan para penudukungnya dan di elipi dengan para      artis-artis. Para politikus dengan      manisnya berorasi dengan mulut berbusa di depan ribuan pendukungnya. Isi      orasi tersebut hanya sebuah janji-janji dan hebatnya lagi merayu para      pendukungnya dengan harapan menyontreng partainya dan dirinya.</li>
<li class="MsoNormal">Pelanggaran kampanye dengan membawa <strong><a title="anak kecil" href="http://hariansib.com/2009/02/08/libatkan-anak-berkampanye-terkena-denda-rp60-juta/" target="_blank">anak kecil</a> dan pelanggaran lalu lintas. </strong>Anak kecil ikut berkampanye menurut benak saya bukan pendidikan politik      melainkan perusakan kebebesan anak dalam mendidik sebuah demokrasi.<span id="more-125"></span></li>
<li class="MsoNormal">Politikus negeri ini melakukan <strong>Arisan </strong>layaknya para ibu-ibu RT. Kejadian ini juga dilakukan      pada pemilu 2004 yang lalu. Hampir<span> </span>saat      kampanye terbuka di buka oleh KPU para petinggi partai melakukan kunjungan      di kebeberapa orang yang dianggap banyak pendukungnya. Kalau ditanya oleh      beberapa wartawan apakah aktivitas itu berkampanye mereka menjawab saya      hanya melakukan “silaturrahim saja kok mas” dasar memang politikus ya bisa      mengilak.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pemilu sebenarnya sebagai implementasi dari sebuah demokrasi. Jika demokrasi sering dilakukan dengan polesan para bibir madu beracun bagaimana Negeriku ini kedepannya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seandainya para politikus nantinya mengerjakan semua dari dua dibawah ini, saya yakin negeriku ini akan berwibawa dan rakyat akan makmur. <em>Pertama</em>: mengakhiri atau memutus ketergantungan terhadap modal dan pasar. <em>Kedua</em>: kepercayaan buta terhadap mekanisme pasar dan neo-liberalisme yang merajalela dalam tata kelola ekonomi Indonesia harus dilenyapkan dan harus diganti dengan pemikiran dan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan kesejahteraan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Malam semakin larut, mataku sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi maklum kerja seharian, lalu aku mematikan TV kemudian bantalku di taruk di bawah kepalaku dengan membaca do’a <em>&#8220;Bismika Ahya Wa Bismika Amutu….. </em>aku terlelap dengan tidurku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">gambar di ambil <a href="http://i373.photobucket.com/albums/oo178/suwardi_album/KampanyeBaRis2.jpg" target="_blank">disini</a></p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=125&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/23/pemilu-polesan-bibir-madu-beracun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/kampanyebaris2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kampanyebaris2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Jalan Menuju Roma! Banyak Cara Analisis Media Massa</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/14/banyak-jalan-menuju-roma-banyak-cara-analisis-media-massa/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/14/banyak-jalan-menuju-roma-banyak-cara-analisis-media-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 03:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak metode dan analisis media dalam penelitian komunikasi yang khususnya berkaitan dengan media konvensional maupun media pers mahasiswa. Beberapa definisi dalam menganalisis isi media antara lain, sebagai metode pembelajaran dan menganalisa komunikasi secara sistematis, secara objektif, dan bersifat kuantitatif. Adapun beberapa alternatif dalam menganalisa (terutama teks) media, yakni analisis wacana, hermeneotik, semiotika, dan analisis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=119&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-120" title="fotoblog1" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/fotoblog1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="fotoblog1" width="300" height="225" />Ada banyak metode dan analisis media dalam penelitian komunikasi yang khususnya berkaitan dengan media konvensional maupun media pers mahasiswa. Beberapa definisi dalam menganalisis isi media antara lain, sebagai metode pembelajaran dan menganalisa komunikasi secara sistematis, secara objektif, dan bersifat kuantitatif. Adapun beberapa alternatif dalam menganalisa (terutama teks) media, yakni analisis wacana, hermeneotik, semiotika, dan analisis isi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seorang wartawan dalam penyampaikan suatu isu beranika ragam dalam menentukan suatu <em>angle</em>nya. Oleh sebab itu pulalah berita yang disampaikan kepada pembaca jauh berbeda walaupun satu isu dan satu fokus. Memang ulasan atas suatu peristiwa yang disampaikan wartawan atau media massa tidak terlepas dari unsure-unsur yang baku yaitu 5 W + 1 H. akan tetapi, yang banyak di tekaknkan oleh wartawan biasanya unsure “why” mengapa? Dan “how” bagaimana? yang di telusuri apalagi dalam jurnalistik investigative.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-119"></span>Dalam sebuah media, paling tidak dua hal yang terpenting 1) fakta, ini disajikan dalam bentuk berita walaupun dalam pemberitaannya kadang sangat subjektivitasnya tinggi. 2) opini, ini di tampilkan dalam bentuk karikatur, tajuk, surat pembaca, kolom, surat pembaca dan artikel.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kembali ke pokok bahasan, dalam menganalisis media massa ada tiga yang sering di lakukan oleh banyak peneliti alias analis media yaitu:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Positivisme-empiris. Menurut mereka, analisis      wacana menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa, dan pengertian bersama.      Wacana diukur dengan pertimbangan kebenaran atau ketidakbenaran menurut      sintaksis dan semantik (titik perhatian didasarkan pada benar tidaknya      bahasa secara gramatikal) analisis ini dinamakan “Analisis      Isi”(kuantitatif)</li>
<li class="MsoNormal">Konstruktivisme. Bias juga disebut analisis wacana      sebagai suatu analisis untuk membongkar maksud-maksud dan makna-makna      tertentu. Wacana adalah suatu upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari      sang subyek yang mengemukakan suatu pertanyaan. Pengungkapan dilakukan      dengan menempatkan diri pada posisi sang pembicara dengan penafsiran      mengikuti struktur makna dari sang pembicara. Analisis ini biasa disebut      “Analisis Framing” (bingkai)</li>
<li class="MsoNormal">Paradigma kritis. mengoreksi pandangan      konstruktivitis yang tidak sensitif terhadap proses produkski dan      reproduksi makna. Bahasa dipahami sebagai representasi yang berperan      membentuk subyek tertentu, tema wacana tertentu, dan strategi di dalamnya.      Bahasa selalu terlibat dalam hubungan kekuasaan.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam kesempatan ini saya lebih mefokuskan ke analisis framing, Hal yang membedakan analisis framing dengan analisis isi kuantitatif dan analisis paradigma kritis, antara lain:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Analisis Framing lebih bersifat kualitatif      dibandingkan dengan analisis isi yang umumnya bersifat kuantitatif.      Analisis framing menekankan pada pemaknaan teks daripada penjumlahan unit      kategori seperti dalam analisis isi. Dasar yang dipakai adalah      interpretasi, karena analisis framing merupakan bagian dari metode      interpretative yang mengandalkan interpretasi dan penafsiran peneliti.</li>
<li class="MsoNormal">Analisis isi kuantitatif umumnya membedah muatan      teks komunikasi yang bersifat nyata, sedangkan analisis framing      berpretensi memfokuskan pada pesan yang tersembunyi. Proses pemaknaan      suatu pesan tidak hanya bisa hanya menafsirkan apa yang tampak nyata dalam      teks, namun harus menganalisis dari makna yang tersembunyi. Pretensi      analisis wacana adalah pada muatan, nuansa, dan makna yang laten dalam      teks media. Unsur penting dalam analisis framing adalah penafsiran dimana      tanda dan elemen yang ada dalam teks ditafsirkan secara mendalam oleh      peneliti, sebagai sesuatu yang tidak terdapat dalam analisis isi      kuantitatif dan analisis pragmatis.</li>
<li class="MsoNormal">Analisis isi kuantitatif hanya mempertimbangkan      ‘apa yang dikatakan’, tetapi tidak dapat menyelidiki ‘bagaimana ia      dikatakan’. Dengan demikian, analisis framing tidak hanya bergerak dalam      level makro (isi dari suatu teks), namun juga bergerak dalam level mikro      dalam penyusunan sustu teks, seperti kata, kalimat, ekspresi, dan retoris.</li>
<li class="MsoNormal">Analisis framing tidak berpretensi melakukan      generalisasi. Penekanan analisis framing adalah bentuk interaksi. Berita      berfungsi sebagai suatu pernyataaan, pertanyaan, tuduhan, atau ancaman.      Bahkan dapat mendiskriminasi atau mempersuasi orang lain.</li>
<li class="MsoNormal">Analisis framing termasuk dalam pendekatan      konstruksionis, dimana ada 2 karakteristik penting, yakni proses pemaknaan      dan penggambaran tentang suatu realitas (secara aktif), dan kedinamisan      dalam proses kegiatan komunikasi.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Elemen-elemen struktur wacana antara lain (menurut van Dijk), Tematik (apa yang dikatakan), Skematik (bagaimana pendapat disusun dan dirangkai), Semantik ( makna yang ingin ditekankan), Sintaksis (bagaimana pendapat disampaikan), Stilistik (pilihan kata apa yang dipakai), dan Retoris (bagaimana dan dengan cara apa penekanan dilakukan).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada kesimpulannya, menganalisis isi media dan analisis pragmatis dengan analisis framing lebih menekankan pada kedinamisan membuat penelitian dan penggambaran dari suatu teks berita dan pada akhirnya memberikan suatu pemaknaan secara lebih mendalam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cara Tepat dalam Memulai Analisis Media Massa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal">Periksa fakta yang dibeberkan media, lakukan      koreksi bila tidak valid</li>
<li class="MsoNormal">Perhatikan struktur penyajian fakta, lakukan kritik      kronologis atau spatiologis atau hubungan sebab akibat.</li>
<li class="MsoNormal">Teliti interpretasi atau konklusi yang ingin      diarahkan media, mendukung atau membantah argumentasi yang tersembunyi.</li>
<li class="MsoNormal">Ungkap sisi atau perspektif lain, tawarkan konteks      baru untuk menyajikan fakta atau menangkap pemahaman atas fakta</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terakhir bagaimana kita menganalisis media massa dari sudut mana, terpenting lagi kemampuan kita sendiri dalam menganalisis suatu media massa. Bukan begitu kawan-kawan blogger?</p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=119&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/14/banyak-jalan-menuju-roma-banyak-cara-analisis-media-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/fotoblog1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fotoblog1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlunya Personal Branding Online Bagi Capres dan Caleg</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/07/perlunya-personal-branding-online-bagi-capres-dan-caleg/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/07/perlunya-personal-branding-online-bagi-capres-dan-caleg/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 04:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Hingar bingar pemilu legislatif yang akan berkompetisi pada bulan April 2009 sudah mulai terasa. Mulai dari terpajangnya spanduk kampanye di beberapa ruas jalan dengan berbagai pesan moral, mental dan spiritual, yang intinya ingin mengatakan, contreng saya atau pilhlah saya. Tidak sedikit uang yang diluarkan untuk berbagai kegiatan kampanyenya paling sedikitnya jutaan rupiah bahkan miliaran rupiah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=112&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-113" title="gambar" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/gambar.gif?w=300&#038;h=240" alt="gambar" width="300" height="240" />Hingar bingar pemilu legislatif yang akan berkompetisi pada bulan April 2009 sudah mulai terasa. Mulai dari terpajangnya spanduk kampanye di beberapa ruas jalan dengan berbagai pesan moral, mental dan spiritual, yang intinya ingin mengatakan, contreng saya atau pilhlah saya. Tidak sedikit uang yang diluarkan untuk berbagai kegiatan kampanyenya paling sedikitnya jutaan rupiah bahkan miliaran rupiah, tidak lain hanya mencari dukungan massa dan personal branding mereka. Kebanyakan dana dikeluarkan untuk spanduk, kaos, dan bendera, meskipun adalagi yang mencoba membuat kebaikan yang bentuknya social dengan memperbaiki jalan atau membangunkan fasilitas umum. Jalan mahal, yang jujur saja belum tentu efektif untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di sisi lain mereka tak henti-hentinya menghiasi layar kaca dengan berbagai pesan dan tema sebagai pendekatannya. Kenyataan ini tentu menjadi sangat sulit bagi masyarakat untuk membedakan kandidat satu dengan yang lainnya. Hal tersebut, selain banyaknya kandidat yang bertarung, sebagian mereka adalah orang-orang yang sudah dikenal dan sebagian lagi orang-orang yang belum dikenal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-112"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya tak sedikit pula para calon pemilih yang agak acuh tak acuh, bisa jadi mereka menganggap orang-orang baru tersebut, hanya ingin memanfaatkan momentum pilkada supaya dikenal. Dalam upaya menarik perhatian publik ini, tak sedikit para kandidat nampaknya juga merasa bingung untuk merumuskan strategi komunikasi yang sistematis dan efektif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhir-akhir ini dunia maya alias internet mulai di lirik oleh masayarakat Indonesia khususnya para capres dan caleg. Baik itu mengadakan lomba blog dan even-even yang bermuara bagaimana masyarakat Indonesia mendukunya, maklum Indonesia bukan negara dengan jumlah pengguna Internet yang kecil, ini hal pertama yang harus kita catat. Jumlah pengguna Internet di Indonesia, menurut data terakhir dari Internet World Stats, mencapai 25 juta orang. Rangking Indonesia untuk jumlah pengguna Internet setara dengan Spanyol, dan jauh meninggalkan negara tetangga kita seperti Philipina, Malaysia dan Vietnam. Dukungan total dari 25 juta pengguna Internet, lebih dari cukup sebagai syarat minimal untuk maju menjadi calon RI-1. Sesuai dengan UU Pemilu yang mensyaratkan bahwa calon presiden harus mendapat dukungan minimal 25% suara nasional (sekitar 23.9 juta). Inilah dasar argumentasi penting bahwa Internet seharusnya menjadi sarana efektif, dan mungkin paling efisien, dalam kegiatan mencari dukungan massa dan peningkatan personal branding.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tahap berikutnya, setelah aspek-aspek di atas dibentuk, maka dibutuhkan berbagai program untuk implementasinya. Salah satunya adalah program pembentukan citra kandidat melalui media massa. Media massa (cetak, elektronik dan cyber) menjadi sarana yang tak kalah pentingnya dengan program-program kampanye lainnya. Hal ini dikarenakan, dalam keseharian masyarakat tak kan pernah bisa lepas dari media massa. Dalam aktivitas kampanye politik, program ini biasa disebut dengan istilah publisitas politik, bentuknya pun bisa beragam yang disesuaikan dengan jenis dan karakteristik dari media yang dipilih. Publisitas dalam khasanah komunikasi politik ini ada beberapa jenis dan biasa digunakan oleh para kandidat seperti; pure publicity, free ride publicity, tie-in publicity dan paid publicity.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut <a title="romi" href="http://romisatriawahono.net/2009/03/07/online-personal-branding-dan-kampanye-pemilu/" target="_blank">RomiSatriaWahono.Net.</a> untuk memulai membangun personal branding bagi para caleg baik capres, DPR, dan DPD adalah melalui berbagai sarana online di bawah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>BLOGGING</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Miliki situs blog dengan nama domain pribadi dan isi dengan tulisan-tulisan kita tentang pandangan politik kita, termasuk apa yang sebenarnya kita ingin perjuangkan di jalur legislatif ini. Jangan pernah hanya menggunakan waktu luang untuk menulis, tapi sengaja luangkan waktu dalam sehari untuk kegiatan menulis di blog ini. Blogging alias ngeblog adalah cara efektif dalam marketing di dunia maya. Hal ini didukung oleh teori dari pakar branding dan marketing, P. Montoya, yang mengatakan bahwa suara individu lebih dipercaya daripada suara institusi atau perusahaan. Dukungan teknis datang dari CMS blog seperti wordpress, yang mempermudah proses Search Engine Optimization (SEO) khususnya jenis onpage lewat berbagai plugin-nya. Perlu dicatat bahwa jangan sekali-sekali melakukan copy-paste dari artikel dari tempat lain karena itu justru akan menhancurkan brand kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>SOCIAL NETWORKING</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Friendster dan Facebook adalah duo social networking yang sangat besar penggunanya dan sangat cepat dalam kegiatan pengumpulan massa. Indonesia tercatat sebagai pengguna terbesar di dunia untuk Friendster dan termasuk papan atas untuk Facebook. Pengguna Internet di Indonesia bahkan mulai meninggalkan mailing list untuk sarana diskusi, menyebar undangan, sharing aktifitas dan mengumpulkan orang, karena semua bisa kita lakukan dengan berbagai aplikasi yang ada di layanan social networking. Perlu diingat bahwa melakukan hard-marketing ataupun spamming di layanan social networking dan juga aktifitas blogging adalah berbahaya dalam pembentukan brand kita. Jalur soft-marketing dengan aktif berdiskusi dan menulis dengan logis serta ilmiah adalah jalur terbaik dalam personal branding. Personal branding dengan Facebook bisa memanfaatkan fasilitas Pages atau Groups. Menambahkan Friends (teman) memiliki batasan 5000 orang, jadi alihkan<span> </span>strategi Add Friends ke Pages yang tidak memiliki batasan jumlah penggemar. Apabila memungkinkan gunakan juga social networking yang berbasis di video dan gambar seperti YouTube dan Flicker. Barrack Obama adalah contoh nyata bagaimana seorang politikus sukses melakukan online campaign dengan memanfaatkan YouTube.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebenarnya kunci dari personal branding online adalah bagaimana program yang telah di canangkan dijalankan secara konsisten dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai kejujuran dan kepercayaan. Maka kegiatan atau program publisitas yang dilakukan pun hendaknya selain kreatif juga harus mengena dan sesuai dengan kebutuhan public di daerah pemilihannya. Realitas politik yang terjadi saat ini, menuntut para politisi perseorangan atau pun partai untuk memiliki akses yang seluas-luasnya terhadap mekanisme industri citra. Yakni, industri berbasis komunikasi dan informasi yang akan memasarkan ide, gagasan, pemikiran dan tindakan politik. Politik dalam perspektif industri citra merupakan upaya mempengaruhi orang lain untuk mengubah atau mempertahanakan suatu kekuasaan tertentu melalui pengemasan citra dan popularitas. Semakin dapat menampilkan citra yang baik, maka peluang untuk tampil sebagai pemenag pun semakin besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Gambar di ambil <a title="gambar" href="http://darmano.typepad.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/2008/08/31/social_systems.gif" target="_blank">disini</a></p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=112&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/03/07/perlunya-personal-branding-online-bagi-capres-dan-caleg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/03/gambar.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Mohammad Ponari</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/20/fenomena-mohammad-ponari/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/20/fenomena-mohammad-ponari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 07:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Kabupaten Jombang lagi-lagi menjadi buah bibir Masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Indonesia saja tetapi juga media massa baik cetak maupun elektronik ikut meramaikan kejadian itu. Mengapa tidak? fenomena pertama hadir di tengah masyarakat Indonesia kasus riyan yang membunuh orang sampai 11 orang dengan cara mengenaskan, kini hadir fenomena baru yaitu dukun cilik dengan nama Ponari. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=88&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-93" title="INDONESIA/" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/02/ponari1.jpg?w=300&#038;h=220" alt="INDONESIA/" width="300" height="220" />Kabupaten Jombang lagi-lagi menjadi buah bibir Masyarakat Indonesia, tidak hanya masyarakat Indonesia saja tetapi juga media massa baik cetak maupun elektronik ikut meramaikan kejadian itu. Mengapa tidak? fenomena pertama hadir di tengah masyarakat Indonesia kasus riyan yang membunuh orang sampai 11 orang dengan cara mengenaskan, kini hadir fenomena baru yaitu dukun cilik dengan nama <a title="Ponari" href="http://www.liputan6.com/news/?id=172829&amp;c_id=3" target="_blank">Ponari</a>.<br />
Sosok Ponari yang baru saja menginjak kelas III SD ini mampu membius masyarakat Indonesia dengan pengobatan yang cukup aneh. Anehnya dia mengobati pasiennya bukan dengan obat melainkan dengan sebuah Batu kecil mirip dengan telur ayam. Cara pengobatannya cukup simple cukup mencelupkan batu itu ke air.<br />
Berbondong-bondongnya masyarakat ke Jombang bukan tidak tanpa alasan <span id="more-88"></span>yaitu ingin berobat ke Ponari, tapi yang menjadi muskil dan pertanyaan kemudian, apakah masyarakat ke sana tidak percaya lagi untuk berubat kedokter? Apakah masyarakat sekarang sudah kembali percaya ke masyarakat zaman dulu yang percaya terhadap <a title="animisme" href="http://siaksoft.net/?p=525" target="_blank">dinamisme dan animisme</a>?<br />
Program jamkesmas yang coba di gelindingkan oleh Menteri kesehatan Siti Fadhila Supari, sekarang perlu di pertanyakan, karena banyak masyarakat berobat ke Ponari kebanyakan orang-orang yang tidak kuat untuk berobat ke dokter ataukah harga obat di negeri ini mahal sehingga masyarakat tidak mampu lagi untuk membelinya.<br />
Kondisi tersebut, juga merupakan cermin kondisi sosial masyarakat saat ini. Akibat berbagai beban kehidupan yang makin sulit, orang cenderung lari ke hal-hal yang bersifat supranatural dan irasional. Sebab, kesulitan hidup yang mereka alami, mereka rasakan tak bisa diselesaikan dengan hal-hal yang rasional.<br />
Kekuatan ghaib di dunia ini memang benar adanya, tetapi kasus di di Jombang itu telah merubah paradigma ke tauhedan (jika masyarakat percaya bahwa bahwa batu bisa menyembuhkan penyakit) umat beragama. kita tahu bersama bahwa batu tidak akan dan tak akan pernah bias menyembuhkan penyakit seseorang tanpa adanya campur tangan dari Allah Azzawajallah.<br />
Fenoma masyarakat ini kemudian mau menyalahkan siapa? Pemerintah Indonesia, bupati dan Gubernur Jawa Timur, ataukah Ulama Jawa Timur yang tidak lagi di dengar fatwa dan ceramahnya oleh masyarakat Jatim. Waalla hua’lam.<br />
Media massa pun ikut-ikutan memberitakan fenomena ini bagi masyarakat, bagi saya media massa harus memberikan filter pemberitaan bagi masyarakat, agar masyarakat Indonesia bisa berpikir dengan nalar yang cukup diterima oleh akal sehat. Bukan saya tidak percaya terhadap kekuasaan Allah yang di agunegerah ke Ponari, melainkan bagaimana masyarakat tidak terjerumus ke lembah <a title="musyrik" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/02/20/brk,20090220-161119,id.html" target="_blank">kemusyrikan</a>, kita tahu bersama bahwa musyrik adalah dosa yang sangat besar.</p>
<p>mari kita renungi Lirik Lagu Misteri Ilahi dari lagunya Ari Lasso di bawa ini:</p>
<p><strong></strong><br />
Aku masih disini<br />
Mendekap hampa dihati<br />
Yang hingga kini menghantui<br />
Tentang arti hidup ini</p>
<p>Waktu terus berputar<br />
Tanpa bisa menawar<br />
Manisnya segala sanjung puji<br />
Menjadi pahit caci maki</p>
<p>Segala yang terjadi dalam hidupku ini<br />
Adalah sebuah misteri ilahi<br />
Perihnya cobaan hanya ujian kehidupan</p>
<p>Lelah kaki melangkah<br />
Tersesat tiada arah<br />
Suara hati smakin lemah<br />
Terkikis oleh amarah</p>
<p>Sesaat aku tersentak<br />
Ingin rasanya kuteriak<br />
Masihkah ada cinta tersisa<br />
Untuk jiwa yang terluka</p>
<p>Gambar ini diambil <a title="gambar" href="http://surabaya.detik.com/images/content/2009/02/09/475/ponari3-285.jpg" target="_blank">disini</a></p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=88&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/20/fenomena-mohammad-ponari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/02/ponari1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA/</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan dan Permasalahan Kepustakawanan Indonesia15 Pokok Perhatian yang Perlu Segera Mendapat Perhatian Bersama</title>
		<link>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/17/tantangan-dan-permasalahan-kepustakawanan-indonesia-15-pokok-perhatian-yang-perlu-segera-mendapat-perhatian-bersama/</link>
		<comments>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/17/tantangan-dan-permasalahan-kepustakawanan-indonesia-15-pokok-perhatian-yang-perlu-segera-mendapat-perhatian-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 08:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>luthfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://luthfimadura.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah soko guru peradaban berbasis informasi dan pengetahuan. Perpustakaan memungkinkan peradaban itu tetap berlangsung, baik dengan mempertahankan peran buku, maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru. Pengelola institusi ini disebut pustakawan, dan keseluruhan kegiatan pengelolaan itu disebut kepustakawanan. Secara sempit kepustakawanan sering hanya dihubungkan dengan kegiatan teknis yang dilakukan pustakawan. Ini adalah pandangan yang salah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=49&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><img class="alignleft size-medium wp-image-50" title="rak-perpustakaan" src="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/02/rak-perpustakaan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="rak-perpustakaan" width="300" height="225" />Buku adalah soko guru peradaban berbasis informasi dan pengetahuan. Perpustakaan memungkinkan peradaban itu tetap berlangsung, baik dengan mempertahankan peran buku, maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi terbaru. Pengelola institusi ini disebut pustakawan, dan keseluruhan kegiatan pengelolaan itu disebut kepustakawanan. Secara sempit kepustakawanan sering hanya dihubungkan dengan kegiatan teknis yang dilakukan pustakawan. Ini adalah pandangan yang salah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Kepustakawanan memang berintikan sebuah profesi, yaitu pustakawan. Profesi ini memegang teguh nilai-nilai tentang kualitas, kehormatan, dan kebersamaan. Pustakawan bekerja berdasarkan etos kemanusiaan sebagai lawan dari kegiatan pertukangan semata. Pustakawan adalah fasilitator <span id="more-49"></span>kelancaran arus informasi dan pelindung hak asasi manusia dalam akses ke informasi. Pustakawan memperlancar proses transformasi dari informasi dan pengetahuan menjadi kecerdasan sosial atau social intelligence. Tanpa kepustakawanan, sebuah bangsa kehilangan potensi untuk secara bersama-sama menjadi cerdas, berpengetahuan, dan bermartabat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Sebagai sebuah bangsa, Indonesia tak ingin terpuruk dan tercekik krisis yang seakan tak ada hentinya. Indonesia memerlukan Kepustakawanan agar dapat bersama-sama menjadi cerdas, berpengetahuan, dan bermartabat. Untuk membangun Kepustakawanan Indonesia diperlukan kesungguhan menghadapi 15 pokok perhatian yang terkelompok menjadi empat isyu besar, yaitu:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<ul style="margin-top:0;text-align:left;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Profesionalisme      pustakawan.</li>
<li class="MsoNormal">Akuntabilitas      dan kredibilitas.</li>
<li class="MsoNormal">Pendanaan      dan standardisasi.</li>
<li class="MsoNormal">Landasan      ilmu dan pemanfaatan teknologi informasi.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">PROFESIONALISME</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Undang-Undang Perpustakaan menyatakan bahwa institusi perpustakaan dipimpin oleh seorang ahli yang berlatarbelakang pendidikan ilmu perpustakaan. Ketentuan ini harus ditegakkan dengan memastikan bahwa Kepala Perpustakaan di semua jenis perpustakaan memang dijabat oleh orang yang tepat dan cocok. Tantangan dan persoalannya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<ol style="margin-top:0;text-align:right;" type="1">
<li class="MsoNormal">Di jajaran seluruh jajaran pemerintahan terjadi      pola penempatan Kepala Perpustakaan secara serampangan tanpa memedulikan      asas ketepatan dan kecocokan. Pola ini meluas di seluruh Indonesia      dan seringkali dilakukan secara sengaja.</li>
<li class="MsoNormal">Di kalangan swasta terjadi kesimpangsiuran dan      kesalahpahaman tentang fungsi Kepala Perpustakaan. Banyak Kepala      Perpustakaan yang tidak dapat menjalankan tugas dan wewenangnya secara      profesional dan tidak diapresiasi secara wajar.</li>
<li class="MsoNormal">Di sekolah-sekolah belum terdapat kejelasan tentang      fungsi dan tugas &#8216;guru-pustakawan&#8217; atau &#8216;pustakawan- guru&#8217;. Perpustakaan      di sekolah-sekolah sering dijalankan tanpa manajemen yang memadai antara      lain karena dipimpin oleh orang yang tidak mampu, tidak tepat, dan tidak      cocok sebagai Kepala Perpustakaan.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga persoalan nyata di lapangan tersebut ditengarai sebagai wujud dari persoalan yang lebih mendasar yaitu kekurangtahuan dan ketidakpedulian tentang profesi pustakawan. Kedua hal negatif ini harus dihilangkan. Tanpa apresiasi yang benar dan memadai tentang pustakawan maka perpustakaan- perpustakaan di Indonesia akan berjalan secara serampangan, sporadis, dan tumpang-tindih; mengurangi potensi institusi ini yang secara</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">bersama-sama dapat bertindak sebagai pondasi bagi bangsa yang maju dan berkepribadian di bidang pengetahuan dan informasi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">AKUNTABILITAS DAN KREDIBILITAS</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengingat hakikat dasar perpustakaan sebagai institusi yang berupaya membuka akses pengetahuan dan informasi seluas-luasnya bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat di Indonesia, maka adalah wajar bahwa perpustakaan- perpustakaan yang terbuka untuk umum harus semakin banyak tersedia di Indonesia. Sesuai yang diamanatkan Undang-Undang, untuk mewujudkan keberadaan perpustakaan- perpustakaan seperti itu diperlukan dukungan penuh dari Pemerintah, selain juga partisipasi dari masyarakat yang seluas mungkin. Tantangan dan persoalannya:</p>
<p class="MsoNormal">
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Selama berpuluh-puluh tahun, tidak ada koordinasi      dan visi-misi yang jelas dalam pelaksanaan perpustakaan di Indonesia.      Potensi kepustakawanan Indonesia      musnah oleh diskoordinasi, proyek-proyek pemerintah yang sporadis,      perencanaan yang amburadul, dan ketiadaan kepemimpinan (leaderships). Keadaan      ini bertambah parah ketika tidak ada kejelasan tentang fungsi-fungsi      institusi informasi seperti arsip, perpustakaan dan dokumentasi.</li>
<li class="MsoNormal">Hal serupa terjadi pada upaya masyarakat umum untuk      membantu pengembangan kepustakawanan. Banyak niat-baik anggota masyarakat      untuk ikut membangun kepustakawanan terhambat, baik oleh ketidaktahuan      maupun oleh kesalahpahaman. Lebih menguatirkan lagi, banyak niat-baik ini      akhirnya tak mencapai tujuannya karena disalahgunakan untuk kepentingan      popularitas sesaat, atau untuk menghabiskan dana pemerintah yang tidak      diawasi oleh sebab-sebab yang sudah diurai di butir 4 di atas.</li>
<li class="MsoNormal">Diskoordinasi yang sudah amat parah dan ketiadaan      fokus menyebabkan kepustakawanan di Indonesia kehilangan      kredibilitas. Perpustakaan sering hanya dianggap gedung atau ruangan      seadanya, dan dikelola secara amatiran tanpa kesinambungan. Akibatnya,      perpustakaan- perpustakaan Indonesia      tak dekat dengan masyarakatnya dan diabaikan pula.</li>
<li class="MsoNormal">Sudah terlalu banyak &#8216;gerakan&#8217; yang dilakukan untuk      mempromosikan kepustakawanan, namun semua gerakan ini tidak tepat sasaran      oleh sebab-sebab yang sudah diuraikan di atas atau dikooptasi untuk      kepentingan pribadi. Ini menambah buruk citra dan menurunkan kredibilitas      kepustakawanan Indonesia      di mata masyarakatnya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">PENDANAAN DAN STANDARDISASI</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesungguhnya, berkat tekad yang bulat untuk memajukan pendidikan, bangsa Indonesia telah berkehendak menyediakan dana untuk keperluan pendidikan. Sudah sewajarnya kehendak ini juga tersalurkan dan terwujudkan dalam bentuk pengembangan perpustakaan, khususnya di sekolah dan perguruan tinggi, namun juga di masyarakat luas dalam bentuk perpustakaan untuk umum yang menunjang pendidikan seumur hidup. Tantangan dan persoalannya:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Oleh sebab-sebab yang sudah diuraikan di butir 4      sampai 7, telah terjadi dua hal yang amat merugikan bangsa Indonesia.      Pertama, perpustakaan tak mendapat dana yang memadai oleh anggapan keliru      bahwa institusi ini bukan termasuk pilar pendidikan. Kedua, dana yang ada      pun tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya sebab memang tidak dikelola dengan      profesional dan akuntabel. Kedua hal ini harus dihentikan, khususnya      ketika bangsa ini sudah bertekad menyediakan 20% anggaran pembangunan      untuk pendidikan. Perlu ditegaskan secara lebih tersurat alokasi yang      cukup dari anggaran pembangunan pendidikan.</li>
<li class="MsoNormal">Sebagai kegiatan yang bersifat nasional dan meluas,      kepustakawanan sesungguhnya memerlukan standar yang jelas dan terukur. Indonesia ketinggalan      amat jauh dibandingkan negara-negara lain. Banyak sekali–kalau tidak dapat      dikatakan hampir semua- kegiatan perpustakaan, baik yang dilakukan      pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum dan perorangan, diselenggarakan      tanpa standar. Kalaupun ada standar, pada umumnya standar itu dibuat untuk      keperluan birokrasi dan administrasi yang kurang memperhatikan hakikat      perpustakaan sebagai institusi sosial-budaya masyarakatnya.</li>
<li class="MsoNormal">Pengawasan mutu dan pembelajaan dana di bidang      perpustakaan sangat kurang, kalau tak dapat dikatakan tiada sama sekali.      Celah penyalahgunaan dana amatlah besar, baik oleh kesengajaan maupun oleh      mismanagement. Secara lebih spesifik, tak ada mekanisme dan prosedur untuk      mengaitkan dana perpustakaan dan mutu yang dapat dirasakan oleh      masyarakatnya. Dibandingkan negara-negara lain, kepustakawanan Indonesia      amat tertinggal dalam hal penjaminan mutu.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">LANDASAN ILMU DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Indonesia boleh bangga sebab pendidikan bagi profesi pustakawan sudah hadir sejak 1954, pada masa awal kemerdekaan. Kenyataan historis ini menunjukkan penghargaan bangsa pada pentingnya profesi pustakawan untuk kemajuan pengetahuan. Sekarang, tak kurang dari 13 perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan di bidang perpustakaan baik di tingkat diploma, sarjana, maupun magister. Namun aset yang amat besar ini terancam tak terwujud menjadi modal karena persoalan-persoalan berikut:</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Para penyelenggara      pendidikan kehilangan orientasi ilmu dan terpaku pada pengajaran hal-hal      teknis. Ini ikut menyumbang pada kesalahpahaman di masyarakat tentang      profesi pustakawan dan menjadi salah satu penyebab utama mengapa citra      pustakawan di Indonesia      sangat dilecehkan sebagai &#8216;tukang&#8217; semata. Dibandingkan negara-negara      lain, pendidikan Indonesia      sangat kurang menghargai filsafat, ilmu, dan metodologi perpustakaan yang      sudah teruji. Para penyelenggara dan      pengajar jurusan ilmu perpustakaan terlalu berorientasi teknis.</li>
<li class="MsoNormal">Salah satu sebab dari orientasi yang terlalu teknis      itu adalah ketiadaan pengakuan terhadap keabsahan Ilmu Perpustakaan yang      saat ini di dunia bahkan sudah berkembang menjadi Ilmu Perpustakaan dan      Informasi. Di kalangan akademisi maupun penyelenggara perguruan tinggi dan      penyelenggara pemerintahan di bidang ini, pemahaman dan apresiasi tentang      Ilmu Perpustakaan dan Informasi amat kurang. Selalu ada hambatan untuk mengembangkan      ilmu ini, antara lain karena semua pihak menganggapnya &#8216;bukan ilmu&#8217;.</li>
<li class="MsoNormal">Penguasaan Ilmu Perpustakaan dan Informasi -sebagai      lawan dari penguasaan keahlian teknis semata- diyakini dapat menjamin      implementasi teknologi yang baik, benar, dan tepat guna guna membangun      masyarakat informasi dan masyarakat berbasis pengetahuan. Pelecehan      terhadap Ilmu Perpustakaan dan Informasi, baik oleh akademisi,      penyelenggara pendidikan, maupun pemerintah, menyebabkan ketertinggalan      kita dalam memanfaatkan teknologi informasi di bidang perpustakaan.</li>
<li class="MsoNormal">Penguasaan Ilmu Perpustakaan dan Informasi diyakini      dapat pula menjadi penyeimbang bagi dominasi penggunaan teknologi      informasi sebagai alat industri dan bisnis belaka. Melalui pemahaman      tentang filsafat, ilmu, dan metodologi yang benar, maka profesi pustakawan      dapat menjadi fasilitator bagi pemanfaatan teknologi informasi untuk      kepentingan Indonesia      yang cerdas, berpengetahuan, dan bermartabat. Pelecehan terhadap Ilmu Perpustakaan      dan Informasi menyebabkan pustakawan kurang berperan dalam hal ini dan      akhirnya semata-mata menjadi konsumen dari alat-alat teknologi. Pada gilirannya,      pustakawan juga tak dapat membantu masyarakat memanfaatkan teknologi      informasi bagi kepentingan mereka.</li>
<li class="MsoNormal">Untuk mewujudkan potensi pendidikan yang      menghasilkan profesionalisme di bidang perpustakaan amatlah penting      menyelaraskan kurikulum semua penyelenggara pendidikan di bidang ini.      Bersamaan dengan itu, penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan      kondisi dan kebutuhan sesungguhnya dengan masyarakat Indonesia,      termasuk dalam menyediakan kekhususan ilmu untuk profesi-profesi spesifik.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">link:http://www.keperawatan-undip.ac.id/images/100-0012_IMG.JPG</p>
<p style="text-align:left;">Tulisan Di atas di ambil dari Milis Pustakawan</p>
<br />Posted in Perpustakaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/luthfimadura.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/luthfimadura.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=luthfimadura.wordpress.com&amp;blog=6005921&amp;post=49&amp;subd=luthfimadura&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://luthfimadura.wordpress.com/2009/02/17/tantangan-dan-permasalahan-kepustakawanan-indonesia-15-pokok-perhatian-yang-perlu-segera-mendapat-perhatian-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">luthfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://luthfimadura.files.wordpress.com/2009/02/rak-perpustakaan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rak-perpustakaan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
